Pintu Masjid Nabawi Ditandai Warna dan Nomor, Ini Fungsinya bagi Jemaah Haji

Bagikan ke :

MUQPXJAvT531gIBqthlwfhKA1GdsS5L3zOTqScHZ.jpg

HIMPUHNEWS – Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji di Madinah, kemampuan mengenali akses keluar-masuk menjadi faktor penting bagi keselamatan jemaah. Salah satu panduan krusial yang kini ditekankan pemerintah adalah mengenali warna dan nomor pintu di Masjid Nabawi untuk mempermudah mobilitas sekaligus mempercepat penanganan darurat.

Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah agar memahami sistem penandaan pintu berbasis warna. Selain membantu navigasi, pengetahuan ini dinilai penting dalam situasi darurat, termasuk saat jemaah membutuhkan pertolongan medis atau terpisah dari rombongan.

Pintu Hijau hingga Merah, Ini Fungsinya

Masjid Nabawi memiliki sejumlah pintu dengan kode warna dan nomor berbeda yang mengarah ke titik-titik penting di sekitar area masjid.

Pintu Hijau (301-308, 365-370) berada di sisi selatan dan menjadi akses utama bagi jemaah yang ingin berziarah. Lokasinya dekat dengan area makam Rasulullah dan Raudhah, serta sejajar dengan sektor 5.

Pintu Ungu (309-313) terletak di sisi barat daya, berdekatan dengan Masjid Al Ghamama dan Masjid Abu Bakar. Pintu ini juga menjadi akses menuju titik distribusi air zamzam dalam jumlah besar, khususnya di pintu 310.

Pintu Biru (344-364) berada di sisi timur dan mengarah ke Maqbarah Baqi, kawasan pemakaman para sahabat. Jalur ini juga terhubung dengan layanan kesehatan Bab Jibreel Health Care (UCC Level 2).

Pintu Oranye (314-327) terletak di sisi barat, mengarah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah, serta sejajar dengan sektor 3 dan 4.

Sementara itu, Pintu Merah (328-343) berada di sisi utara dan menjadi akses menuju kawasan hotel serta pusat perbelanjaan yang banyak digunakan jemaah Indonesia.

Panduan Cepat Arah Pintu Nabawi

Untuk memudahkan orientasi, jemaah dapat mengingat panduan sederhana berikut:

  • Pintu Merah → arah hotel dan pusat belanja (utara)
  • Pintu Oranye → Pasar Bilal (barat)
  • Pintu Ungu → distribusi zamzam (barat daya)
  • Pintu Hijau → area ziarah dan Raudhah (selatan)
  • Pintu Biru → Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan (timur)

Gelang Haji Jadi Identitas Wajib

Selain memahami akses pintu, jemaah juga diwajibkan mengenakan gelang identitas selama berada di Tanah Suci. Gelang ini berfungsi sebagai alat identifikasi cepat apabila jemaah tersesat atau membutuhkan bantuan.

Gelang haji 2026 berbahan logam tersebut memuat sejumlah data penting, mulai dari nomor kloter, nomor paspor, nomor maktab, hingga tahun keberangkatan. Selain itu, terdapat juga identitas Kementerian Haji dan Umrah RI serta penanda asal jemaah Indonesia.

Keberadaan gelang ini dinilai vital untuk mempercepat proses penanganan, terutama dalam kondisi darurat atau saat jemaah terpisah dari rombongan.

Sumber : himpuh.or.id

Scroll to Top